AI Masuk Kelas Bahasa Arab: ISQI Sunan Pandanaran Gelar Seminar Nasional Gebyar Bahasa Arab

Yogyakarta — Institut Studi dan Ilmu Keislaman (ISQI) Sunan Pandanaran menggelar Seminar dan Webinar Nasional bertajuk “Gebyar Bahasa Arab dalam Rangka Peringatan Hari Bahasa Arab Sedunia” pada Sabtu, 20 Desember 2025. Kegiatan ini mengangkat tema yang relevan dengan perkembangan zaman, yakni

 التوظيف الذكاء الاصطناعي في تطوير مهارات اللغة العربية Pemanfaatan Kecerdasan Buatan dalam Pengembangan Keterampilan Bahasa Arab). Acara ini menghadirkan tiga narasumber yang aktif di bidang pendidikan dan kebahasaan, yaitu Jauhar Ali, S.Pd.I., M.Pd.I., Dr. H. Muhammad Taufiq, M.A., dan Achmad Khusnul Khitam, M.Hum., dengan moderator Faqih Ahmad, Lc., M.H. Kegiatan berlangsung secara daring melalui Zoom dan diikuti oleh peserta.

 Dalam sambutannya, Dr. H. Imadudin Sukamta, M.A. menekankan pentingnya memanfaatkan AI secara bijak dalam pengembangan bahasa Arab, sedangkan Muhammad Rifa’i, M.Hum. menegaskan perlunya inovasi agar pembelajaran bahasa Arab tetap relevan dengan perkembangan zaman. Memasuki sesi inti, Jauhar Ali, S.Pd.I., M.Pd.I. membahas pemanfaatan AI dalam pembelajaran bahasa Arab secara praktis. Ia mencontohkan penggunaan AI untuk latihan mufradat, penyusunan materi ajar, hingga pendampingan belajar mandiri bagi mahasiswa. Menurutnya, AI bisa menjadi asisten belajar yang efektif jika digunakan dengan tujuan pedagogis yang jelas. Sementara itu, Dr. H. Muhammad Taufiq, M.A. menyoroti AI dari sisi pengembangan keterampilan berbahasa, khususnya dalam membaca dan menulis bahasa Arab. Ia menegaskan bahwa AI dapat membantu mempercepat proses belajar, tetapi kedalaman pemahaman tetap harus dibangun melalui interaksi, diskusi, dan pembiasaan berpikir kritis.

 Berbeda dengan dua pemateri sebelumnya, Achmad Khusnul Khitam, M.Hum. mengajak peserta untuk bersikap lebih reflektif. Ia menegaskan bahwa di balik manfaat besar AI, terdapat sisi samping dan risiko yang perlu disadari, seperti ketergantungan berlebihan, berkurangnya daya kritis, hingga persoalan keaslian karya ilmiah. Oleh karena itu, menurutnya, AI harus ditempatkan sebagai alat bantu, bukan pengganti peran intelektual manusia.

 acara selanjutnya sesi diskusi Anatara pemateri dan peserta, Melalui seminar dan webinar nasional ini, ISQI Sunan Pandanaran berharap Gebyar Bahasa Arab tidak hanya menjadi acara seremonial, tetapi juga menjadi ruang dialog ilmiah untuk merespons tantangan zaman, sekaligus menjaga marwah dan kekayaan bahasa Arab di era kecerdasan buatan.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *