Perkuat Jejaring Pendidikan Islam, ISQI Sunan Pandanaran Terima Kunjungan Kesatuan Guru-Guru Melayu Malaysia Barat

Perkuat Jejaring Pendidikan Islam, ISQI Sunan Pandanaran Terima Kunjungan Kesatuan Guru-Guru Melayu Malaysia Barat

Yogyakarta — Institut Studi Al-Qur’an dan Ilmu Keislaman (ISQI) Sunan Pandanaran Yogyakarta menerima kunjungan Kesatuan Guru-Guru Melayu Malaysia Barat (KGMMB), Selasa (31/12/2025). Kunjungan lintas negara ini menjadi momentum penting dalam memperkuat jejaring pendidikan Islam serumpun sekaligus membuka peluang kolaborasi berkelanjutan di bidang pengembangan keilmuan, profesionalisme guru, dan pengabdian kepada masyarakat.

Sebanyak 32 orang dari KGMMB hadir dan disambut langsung oleh pimpinan serta sivitas akademika ISQI Sunan Pandanaran, bersama jajaran pimpinan dan guru Madrasah Ibtidaiyah Sunan Pandanaran. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban, mencerminkan semangat ukhuwah serta kesamaan visi dalam membangun pendidikan Islam yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Dalam rangkaian pertemuan tersebut, masing-masing perwakilan lembaga menyampaikan sambutan dan pandangan terkait penguatan peran guru, pentingnya kerja sama antarinstitusi pendidikan serta penandatangan memorandum of understanding (MOU). Pesan-pesan yang disampaikan menekankan komitmen bersama dalam meningkatkan mutu pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat.

Pimpinan ISQI Sunan Pandanaran, Dr. K.H. Sukamto, M.A, menegaskan bahwa kunjungan KGMMB bukan sekedar seremonial namun memiliki makna strategis bagi penguatan kerja sama kelembagaan di tingkat internasional.

“Kunjungan ini merupakan langkah penting dalam mempererat ukhuwah sesama pendidik serumpun, sekaligus memperkuat kerja sama keilmuan dan pengabdian kepada masyarakat. Kami berharap kolaborasi ini dapat diwujudkan dalam program-program konkret yang memberi manfaat luas bagi umat,” ujarnya.

Beliau menambahkan, ISQI Sunan Pandanaran terbuka untuk menjalin kemitraan internasional yang berlandaskan nilai-nilai keislaman, keilmuan, dan kemanusiaan, khususnya di kawasan Asia Tenggara yang memiliki akar sejarah dan budaya Islam yang kuat.

Sementara itu, Presiden KGMMB, Dr. Mohd Sobri bin Yusuf, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dan keterbukaan ISQI Sunan Pandanaran dalam berbagi pengalaman serta praktik baik pendidikan Islam.

“Kami amat menghargai keterbukaan ISQI Sunan Pandanaran dalam berkongsi amalan terbaik pendidikan Islam. Banyak perkara yang kami pelajari, khususnya berkaitan pengintegrasian nilai-nilai Islam dan peranan sosial guru dalam masyarakat. Pengalaman ini menjadi bekalan penting untuk kami kembangkan di Malaysia,” ungkapnya.

Menurut Dr. Mohd Sobri bin Yusuf, kunjungan ini bertujuan memperkuat solidaritas antarinstitusi pendidikan Islam sekaligus memperluas jaringan keilmuan dan profesionalisme guru di negara-negara serumpun. Di tengah dinamika pendidikan global, kerja sama lintas negara dinilai semakin penting untuk mendorong inovasi tanpa mengabaikan penguatan identitas dan nilai keislaman.

Dekan Fakultas Tarbiyah ISQI Sunan Pandanaran, Dr. H. Azka Sya’bana, M.Pd., menyambut positif peluang kolaborasi tersebut. Ia menilai sinergi dengan KGMMB sejalan dengan visi misi Fakultas Tarbiyah dalam mencetak pendidik yang profesional, berakhlak, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Hal senada disampaikan Wakil Rektor ISQI Sunan Pandanaran Bidang Akademik, Dr. Rima Ronika, M.Si. Ia menjelaskan bahwa ISQI Sunan Pandanaran telah mengembangkan program International Pesantren Course (IPC) untuk peserta dari berbagai negara. Program ini dirancang untuk memahami spiritualitas, dan studi Islam melalui metode yang dikembangkan pesantren. Melalui IPC, ISQI berharap dapat melahirkan lulusan yang mampu berperan di tingkat nasional dan internasional tanpa kehilangan identitas keislaman dan kearifan lokal.

Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk menjajaki kerja sama berkelanjutan (sustainable relationships). Kolaborasi diarahkan pada pertukaran keahlian pedagogis, pengembangan program pengabdian kepada masyarakat, pelatihan guru, serta penguatan karakter peserta didik berbasis nilai moral, spiritual, dan sosial.

ISQI Sunan Pandanaran memandang kunjungan KGMMB sebagai wujud nyata semangat ukhuwah dan solidaritas pendidik di kawasan Asia Tenggara. Selain memperluas jejaring institusional, pertemuan ini juga memperkaya perspektif keilmuan dan praktik pendidikan Islam yang kontekstual dan berorientasi pada kemaslahatan umat.

Melalui kunjungan ini, ISQI Sunan Pandanaran berharap jejaring kerja sama  serumpun dapat terus diperkuat dan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan mutu pendidikan, penguatan peran guru, serta pembangunan masyarakat yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing global.

(Kontributor: Niswatin Faoziah)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *