Seminar Dies Natalis ke-14 ISQI Sunan Pandanaran Bahas Spiritualitas Sunan Pandanaran untuk Indonesia Emas
Sleman Institut Studi Islam Qur’an (ISQI) Sunan Pandanaran menyelenggarakan Seminar Dies Natalis ke-14 pada Rabu, 29 Januari 2020 dengan mengangkat tema “Relevansi Nilai-Nilai Spiritualitas Sunan Pandanaran dalam Mewujudkan Visi Indonesia Emas 2024.” Kegiatan ini menghadirkan Dr. H. Fahrudin Faiz sebagai pemateri utama.
Seminar dihadiri oleh pimpinan kampus, para dosen, mahasiswa, serta tamu undangan. Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua ISQI Sunan Pandanaran, Bapak Dr. KH. Imaduddin, M.A. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan doa dan harapan agar seluruh civitas akademika senantiasa diberikan kesehatan, kelancaran, serta keberkahan dalam menjalankan aktivitas akademik.
Beliau juga menegaskan bahwa ISQI Sunan Pandanaran akan terus berkomitmen melangkah maju dan mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara melalui penguatan kajian Al-Qur’an dan pengembangan nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil ‘alamin.
Sebagai ungkapan rasa syukur atas bertambahnya usia ISQI Sunan Pandanaran, acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng yang dipandu oleh Bapak Dr. KH. Imaduddin, M.A., bersama Bapak Syaqirin selaku Dekan Fakultas Ushuluddin ISQI Sunan Pandanaran.
Rangkaian acara juga dimeriahkan dengan penampilan pembacaan puisi oleh mahasiswa ISQI Sunan Pandanaran yang menggambarkan semangat keilmuan, spiritualitas, dan kecintaan terhadap Al-Qur’an.
Memasuki acara inti, seminar dimoderatori oleh Bapak Hanif Mudhofar, S.Th.I., M.Hum. Dalam pengantarnya, moderator memperkenalkan Dr. H. Fahrudin Faiz sebagai dosen Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang dikenal mampu menyampaikan pemikiran filsafat secara sederhana dan mudah dipahami.
Dalam pemaparannya, Dr. H. Fahrudin Faiz menyampaikan bahwa perjalanannya memasuki dunia filsafat berawal secara tidak sengaja, namun kemudian menjadi ruang untuk memperdalam pemahaman tentang manusia dan kehidupan.
Beliau mengibaratkan kondisi jiwa manusia seperti gelas. Jika gelas tersebut kotor, maka sebersih apa pun air yang dimasukkan, tetap akan tercemar. Oleh karena itu, proses tazkiyatun nafs atau penyucian jiwa menjadi sangat penting dalam menuntut ilmu.
“Menuntut ilmu bukan hanya soal mengisi kepala, tetapi juga membersihkan hati. Ilmu yang baik lahir dari jiwa yang bersih,” ujar beliau.
Lebih lanjut, Dr. Fahrudin Faiz menekankan pentingnya integrasi antara IQ (kecerdasan intelektual), EQ (kecerdasan emosional), dan SQ (kecerdasan spiritual). Ketiga aspek tersebut harus berjalan seimbang agar manusia mampu berkembang secara utuh.
Menurut beliau, dalam diri manusia terdapat lima unsur utama yang perlu dikelola dengan baik, yaitu jasad, akal, hati, nafsu, dan ruh. Jasad harus dijaga kesehatannya, akal dikembangkan wawasannya, hati dijaga kejernihannya, nafsu dikendalikan, dan ruh didekatkan kepada Allah SWT.
Semakin kuat spiritualitas seseorang, maka semakin baik pula kemampuannya dalam mengenal diri, memahami kehidupan, dan mendekatkan diri kepada Allah.
Seminar berlangsung interaktif dan diakhiri dengan sesi tanya jawab & sesi foto bersama Para peserta tampak antusias mengajukan pertanyaan serta berdiskusi mengenai pengembangan spiritualitas di lingkungan kampus dan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, ISQI Sunan Pandanaran berharap dapat terus menanamkan nilai-nilai spiritualitas Sunan Pandanaran kepada seluruh mahasiswa sebagai bekal dalam membangun karakter dan berkontribusi bagi terwujudnya Indonesia Emas.




Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!