PENILAIAN KESESUAIAN CAPAIAN TRIDHARMA TERHADAP DIFERENSIASI MISI PERGURUAN TINGGI

1) Mengevaluasi efektivitas ketercapaian visi dan keterlaksanaan diferensiasi misi dan menyampaikan hasilnya ke para pemangku kepentingan

Evaluasi keterlaksanaan misi dilakukan setiap tahun melalui Audit Mutu Internal (AMI). AMI 2025 dilaksanakan pada 26-29 Agustus 2025 di seluruh unit kerja ISQI, melibatkan 2 auditor internal (Ketua LPM dan Sekretaris LPM). Laporan AMI 2025 (28 Agustus 2025) mengevaluasi kesesuaian pelaksanaan tridharma dengan standar mutu dan target diferensiasi misi. Hasil evaluasi dibahas dalam Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) pada 23 September 2025 (sesuai jadwal AMI). RTM dihadiri Rektor, para wakil rektor, ketua LPM, LPP, LP2M, seluruh kaprodi, dan kepala unit administrasi. Laporan RTM 2025 (No. 008/LPM-RTM/IX/2025) mencatat capaian tridharma terhadap diferensiasi misi sebesar 84% (target 86%) serta menyusun rencana tindak lanjut. Pelaporan hasil evaluasi kepada pemangku kepentingan dilakukan melalui berbagai saluran. Kepada yayasan, Rektor menyampaikan Laporan Tahunan Pimpinan (No. 001/LTR-ISQI/XII/2025) yang memuat capaian tridharma dan realisasi anggaran. Kepada publik, Laporan Evaluasi Diri (LED) diunggah di (link website). Kepada mitra dan alumni, Stakeholder Meeting dilaksanakan pada 10 November 2025 di Aula ISQI, dihadiri 30 perwakilan alumni, pengguna lulusan, dan mitra DUDIK. Dalam pertemuan tersebut, ISQI melaporkan capaian akreditasi 4 prodi Baik Sekali/Unggul dan rata-rata waktu tunggu lulusan kurang dari 6 bulan. Dokumentasi pelaporan tersedia di (link website).

2) Secara berkala melakukan benchmarking capaian dengan pesaing, melakukan evaluasi kondisi eksternal dan internal dan analisis SWOT untuk merumuskan strategi, menyusun program dan mengalokasikan sumber daya tahun berikutnya

Benchmarking capaian dilakukan melalui kunjungan kerja LPM ke UIN Sunan Kalijaga pada Oktober 2023 untuk mempelajari sistem penjaminan mutu dan target IKU. Laporan Benchmarking (No. 015/LPM-BM/III/2024) mencatat perbandingan akreditasi prodi, publikasi internasional, dan waktu tunggu lulusan. Hasil benchmarking menunjukkan ISQI unggul dalam integrasi pesantren (diferensiasi) namun tertinggal dalam publikasi internasional. Partisipasi dalam forum APTIS (Asosiasi Perguruan Tinggi Islam Swasta) pada Maret 2024 di Malang juga menjadi sarana benchmarking dengan PTIS se-Indonesia. Evaluasi kondisi internal dan eksternal dilakukan melalui Rapat Kerja Tahunan (Rakertah) pada 15-16 September 2024, yang menghasilkan Matriks SWOT ISQI 2024 (No. 023/SWOT-ISQI/IX/2024). Matriks SWOT mengidentifikasi kekuatan (sinergi pesantren, dosen 100% S2/S3), kelemahan (publikasi internasional rendah, jabfung dosen perlu ditingkatkan), peluang (MoU internasional dengan KGMMB Malaysia), ancaman (kompetisi pendanaan, perubahan kebijakan akreditasi). Berdasarkan SWOT, Renstra 2024-2029 merumuskan strategi prioritas: akselerasi publikasi bereputasi, percepatan kenaikan jabfung dosen, penguatan kurikulum OBE, digitalisasi tata kelola. Strategi tersebut dijabarkan ke dalam RENOP 2024-2029 (Tabel 3.1) dan RKA tahunan. Alokasi sumber daya untuk tahun berikutnya (2026) disesuaikan dengan prioritas strategi, antara lain peningkatan anggaran hibah penelitian untuk skema publikasi internasional (dari Rp 50 juta menjadi Rp 75 juta) dan penambahan alokasi pelatikan TOAFL/TOEFL bagi mahasiswa semester akhir. Hasil identifikasi kebutuhan DUDIK dari Tracer Study 2025 (LPM, responden 150 alumni) juga diintegrasikan ke dalam SWOT, menghasilkan kebijakan penambahan mata kuliah Dakwah Digital dan Kewirausahaan Berbasis Pesantren mulai tahun akademik 2026/2027 (SK Rektor No. 033/SK-ISQI/II/2026). Dengan mekanisme ini, perumusan strategi dan alokasi sumber daya dilakukan secara adaptif dan berkelanjutan.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *