Perkuat Budaya Akademik dan Mutu Penelitian, LPP ISQI Sunan Pandanaran Rutin Gelar FGD Mingguan Dosen

YOGYAKARTA — Dalam upaya berkelanjutan untuk meningkatkan mutu tri dharma perguruan tinggi, khususnya pada ranah penelitian dan publikasi ilmiah, Institut Studi Al-Quran dan Ilmu Keislaman (ISQI) Sunan Pandanaran Yogyakarta konsisten menyelenggarakan agenda Focus Group Discussion (FGD) Akademik. Program mingguan ini wajib diikuti oleh seluruh dosen tetap di lingkungan ISQI Sunan Pandanaran Yogyakarta di bawah koordinasi penuh Lembaga Penelitian dan Publikasi (LPP).

Kegiatan FGD ini dirancang sebagai wadah pemikiran strategis sekaligus sarana peer-review internal antar-akademisi. Dalam setiap episodenya, para dosen secara bergiliran mempresentasikan rencana/proposal penelitian, karya tulis ilmiah yang sedang berjalan (work in progress), maupun hasil riset akhir sesuai dengan kepakaran dan keilmuan masing-masing.

Mengintegrasikan 5 Bidang Keilmuan Program Studi

Sebagai institusi yang berkomitmen melahirkan karya ilmiah bereputasi, diskusi interaktif dalam FGD ini mengartikulasikan keahlian dosen dari 5 (lima) program studi unggulan yang ada di ISQI Sunan Pandanaran Yogyakarta, yaitu:

  • Ilmu Al-Quran dan Tafsir (IAT): Integrasi turats konteks modern, tafsir tematik, moderasi beragama, tafsir digital, living Qur’an, dan nilai Qur’ani dalam pembangunan masyarakat.
  • Ilmu Tasawuf (IT): Etika spiritual, psikologi sufi, tasawuf dan budaya, sufisme dalam dunia digital, penyembuhan religius, Ekosufisme dan peran tarekat dalam harmoni sosial.
  • Pendidikan Bahasa Arab (PBA): Metode dan model pembelajaran Bahasa Arab, media digital, linguistik terapan, maharah berbahasa untuk santri, dan internasionalisasi pembelajaran BSA.
  • Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI): Kurikulum dan metode pembelajaran MI, media pembelajaran inovatif, P5PP, integrasi nilai Qur’ani di kelas MI, asesmen pembelajaran, dan sekolah ramah anak.
  • Komunikasi Penyiaran Islam (KPI): Dakwah digital, komunikasi publik Islam, literasi media, produksi konten keagamaan, manajemen media dakwah, Kewirausahaan Kreatif Berbasis Media dan etika komunikasi daring.

Mendorong Publikasi Bereputasi dan Kolaborasi Interdisipliner

Kepala LPP ISQI Sunan Pandanaran Yogyakarta menegaskan bahwa agenda mingguan ini bukan sekadar pemenuhan beban kerja dosen, melainkan ikhtiar kelembagaan dalam menciptakan research culture (budaya meneliti) yang sehat, objektif, dan terukur.

“Melalui FGD rutin ini, setiap rencana riset dosen mendapatkan masukan kritis dan konstruktif dari rekan sejawat lintas disiplin ilmu. Hal ini sangat penting untuk menajamkan metodologi, kebaruan (novelty), serta potensi luaran riset agar mampu menembus jurnal nasional terakreditasi maupun jurnal internasional bereputasi,” ungkapnya.

Selain meningkatkan kualitas luaran riset (research output), kebiasaan mendiskusikan riset secara terbuka ini juga memicu hadirnya kolaborasi penelitian interdisipliner antar-prodi. Hal ini menjadi bukti nyata komitmen ISQI Sunan Pandanaran Yogyakarta dalam memenuhi standar mutu tata kelola penelitian institusi sesuai dengan indikator Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) dan Akreditasi Program Studi (APS).

Dengan berjalannya agenda FGD secara berkala dan berkelanjutan ini, ISQI Sunan Pandanaran Yogyakarta optimis dapat terus berkontribusi aktif dalam pengembangan khazanah keilmuan Islam dan pendidikan tinggi di Indonesia.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *