ISQI Sunan Pandanaran Perkuat Jejaring Global melalui Penandatanganan MoU dengan Adamee Suksa Vitaya School Thailand

Phang Nga, Thailand – Institut Studi Al-Qur’an dan Ilmu Keislaman (ISQI) Sunan Pandanaran Yogyakarta terus memperluas jejaring internasional melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Adamee Suksa Vitaya School, Thailand, pada Sabtu (4/7/2026). Kesepakatan tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian program Benchmarking Internasional yang dilaksanakan ISQI di Negeri Gajah Putih.

Penandatanganan MoU merupakan langkah strategis ISQI dalam memperkuat kolaborasi lintas negara di bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia. Melalui kemitraan ini, kedua institusi berkomitmen membangun kerja sama yang berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan Islam sekaligus menjawab tantangan global di era internasionalisasi perguruan tinggi.

Delegasi ISQI yang terdiri atas 13 pimpinan dan dosen dipimpin oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Penelitian, Dr. Rima Ronika, M.Si. Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Pesantren, H. Muhammad Nahdy, M.Pd.; Dekan Fakultas Tarbiyah, Dr. H. Azka Sya’bana, M.Pd.; Ketua Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Dr. (Cand.) Muharis, M.Hum.; Ketua Lembaga Penelitian dan Penerbitan (LPP), Mushawir, S.E., M.M.; Rustiyadi Sastrodiharjo, M.A.; serta sejumlah dosen ISQI lainnya.

Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Pendiri sekaligus Presiden Adamee Suksa Vitaya School, Prof. Asnawi Mukura. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas kunjungan delegasi ISQI dan menyatakan bja sama tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antarlembaga pendidikan Islam di tingkat internasional.

Prof. Asnawi menegaskan bahwa kolaborasi antarinstitusi pendidikan memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, memperluas pertukaran wawasan akademik, serta membuka peluang kerja sama yang lebih luas bagi dosen, mahasiswa, maupun peserta didik. Menurutnya, sinergi semacam ini menjadi modal penting dalam menghadapi dinamika pendidikan di tingkat global.

Melalui nota kesepahaman yang telah disepakati, kedua institusi membuka peluang pelaksanaan berbagai program bersama, di antaranya pertukaran dosen, mahasiswa, dan siswa, penyelenggaraan penelitian kolaboratif, seminar internasional, pengembangan kurikulum, hingga peningkatan kapasitas akademik dan kelembagaan.

Bagi ISQI Sunan Pandanaran, kerja sama ini menjadi bagian dari upaya memperkuat diplomasi akademik sekaligus mendorong percepatan internasionalisasi perguruan tinggi. Kolaborasi dengan Adamee Suksa Vitaya School diharapkan mampu menghadirkan berbagai inovasi dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat melalui kemitraan yang saling menguntungkan.

Ke depan, kedua institusi berkomitmen untuk mengimplementasikan berbagai program yang telah disepakati secara berkelanjutan. Sinergi tersebut diharapkan tidak hanya mempererat hubungan akademik antara Indonesia dan Thailand, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam melahirkan generasi Muslim yang unggul, berintegritas, berwawasan global, serta tetap berpegang teguh pada nilai-nilai keislaman.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *