Awali Benchmarking Internasional, Delegasi ISQI Sunan Pandanaran Ziarah ke Maqam Habib Noh di Singapura

Singapura – Delegasi Institut Studi Al-Qur’an dan Ilmu Keislaman (ISQI) Sunan Pandanaran Yogyakarta mengawali rangkaian Benchmarking Internasional dengan berziarah ke Maqam Habib Noh yang berada di kompleks Masjid Haji Muhammad Salleh, Singapura, pada Kamis (2/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi pembuka perjalanan akademik sekaligus spiritual sebelum rombongan melanjutkan agenda benchmarking ke sejumlah institusi pendidikan di Thailand.

Setibanya di Bandara Changi, rombongan yang terdiri atas 13 pimpinan dan dosen ISQI Sunan Pandanaran langsung menuju salah satu situs sejarah Islam yang paling berpengaruh di Singapura, yakni Maqam Habib Noh bin Muhammad Al-Habsyi. Habib Noh dikenal sebagai ulama sekaligus wali Allah yang memiliki keteladanan dalam ketakwaan, kepedulian sosial, dan dakwah Islam.

Kehadiran delegasi ISQI disambut hangat oleh pengurus Masjid Haji Muhammad Salleh sekaligus pengelola Maqam Habib Noh yang dipimpin oleh Mr. Khalid Mohamad. Dalam sambutannya, ia menjelaskan bahwa pengelolaan maqam dilakukan dengan mengedepankan pelayanan kepada seluruh pengunjung tanpa membedakan latar belakang bangsa maupun agama.

Menurut Khalid Mohamad, setiap tahun Maqam Habib Noh menerima kunjungan ribuan peziarah dari berbagai negara di Asia, Timur Tengah, Afrika, hingga Eropa. Tidak hanya umat Islam, banyak pula wisatawan non-Muslim yang datang untuk mempelajari sejarah serta keteladanan Habib Noh sebagai salah satu tokoh penting dalam perkembangan Islam di Singapura.

Rangkaian ziarah diawali dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Dr. H. Azka Sya’bana, M.Pd., selaku Dekan Fakultas Tarbiyah, bersama H. Muhammad Nahdy, M.Pd., Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Pesantren. Suasana khidmat menyelimuti kegiatan yang menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan nilai-nilai spiritual bagi seluruh peserta.

Usai melaksanakan salat Zuhur berjamaah, rombongan mengikuti jamuan makan siang khas Singapura yang disediakan oleh pengurus masjid. Kesempatan tersebut dimanfaatkan untuk berdialog mengenai sejarah Habib Noh, pengelolaan maqam, serta peran Masjid Haji Muhammad Salleh sebagai pusat dakwah, edukasi, dan wisata religi yang terbuka bagi masyarakat internasional.

Dalam sesi pemaparan sejarah dijelaskan bahwa Habib Noh bin Muhammad Al-Habsyi (1788–1866) merupakan ulama keturunan Rasulullah SAW yang memiliki garis nasab hingga Sayyidina Husain RA. Beliau dikenal sebagai sosok yang rendah hati, dekat dengan kaum dhuafa, dan mengabdikan hidupnya untuk pelayanan sosial serta dakwah Islam di Singapura. Hingga saat ini, haul Habib Noh masih diperingati setiap tahun dan menjadi salah satu tradisi keagamaan yang dihadiri ribuan peziarah dari berbagai penjuru dunia.

Sebagai simbol persahabatan dan penghormatan, delegasi ISQI Sunan Pandanaran menyerahkan cendera mata kepada pengelola Masjid Haji Muhammad Salleh. Kegiatan kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai penanda terjalinnya hubungan baik antara kedua lembaga.

Ziarah ke Maqam Habib Noh tidak hanya menjadi bagian dari perjalanan spiritual, tetapi juga memperkaya wawasan delegasi mengenai warisan peradaban Islam di Asia Tenggara. Melalui kegiatan ini, ISQI Sunan Pandanaran berharap dapat meneladani semangat dakwah dan pengabdian para ulama sekaligus memperkuat jejaring persaudaraan internasional yang mendukung pengembangan pendidikan tinggi Islam berbasis Al-Qur’an dan tradisi pesantren.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *