Rekognisi Kepakaran dan HKI Dosen ISQI Sunan Pandanaran Menguat, Wujud Nyata Hilirisasi Keilmuan bagi Masyarakat LP2M ISQI Sunan Pandanaran Perkuat Pengabdian Masyarakat Melalui Layanan Kepakaran Dosen

Yogyakarta – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Institut Studi Al-Qur’an dan Ilmu Keislaman (ISQI) Sunan Pandanaran Yogyakarta terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu tridarma perguruan tinggi melalui penguatan rekognisi kepakaran dosen dan perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Berbagai capaian yang diraih sepanjang periode 2022–2025 menjadi indikator bahwa hasil penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta karya inovatif dosen ISQI semakin memperoleh pengakuan luas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

 Sebanyak 37 rekognisi kepakaran berhasil diperoleh oleh 21 dosen tetap atau sekitar 44 persen dari total dosen tetap ISQI, jauh melampaui standar minimal BAN-PT sebesar 10 persen. Rekognisi tersebut meliputi 21 rekognisi tingkat wilayah, 9 tingkat nasional, dan 7 tingkat internasional. Capaian tersebut menunjukkan tren peningkatan yang konsisten, dimulai dari 4 rekognisi pada tahun 2022, meningkat menjadi 17 rekognisi pada tahun 2023, 12 rekognisi pada tahun 2024, dan terus berlanjut pada tahun 2025.

Ketua LP2M ISQI Sunan Pandanaran menyampaikan bahwa peningkatan rekognisi tersebut mencerminkan semakin kuatnya kontribusi akademik dosen dalam menjawab kebutuhan masyarakat melalui kepakaran yang dimiliki. Rekognisi tidak hanya diperoleh melalui forum ilmiah, tetapi juga melalui kegiatan visiting lecture, narasumber pelatihan, editor jurnal ilmiah, fasilitator pemerintah, hingga pengembangan karya yang langsung diterapkan oleh masyarakat. Dengan demikian, tridarma perguruan tinggi tidak berhenti pada publikasi ilmiah semata, tetapi berlanjut pada implementasi nyata yang memberikan dampak sosial.

Tahun 2023 menjadi periode dengan capaian rekognisi tertinggi. Berbagai dosen memperoleh kepercayaan sebagai narasumber nasional maupun internasional, editor jurnal ilmiah, fasilitator kementerian, hingga pengembang modul pembelajaran yang digunakan oleh madrasah. Salah satu capaian penting adalah Modul Al-Wahdah Bahasa Arab karya Muhammad Rifa’i, M.Hum. yang diadopsi sebagai bahan ajar pada Madrasah Aliyah mitra di Daerah Istimewa Yogyakarta. Selain itu, berbagai kegiatan penguatan dakwah digital, pendidikan karakter, literasi keagamaan lintas budaya, serta pemberdayaan masyarakat semakin memperkuat posisi ISQI sebagai perguruan tinggi berbasis pesantren yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Pada tahun 2024, rekognisi internasional semakin meningkat melalui partisipasi dosen ISQI sebagai pemateri seminar internasional di Malaysia, Timor Leste, dan berbagai forum akademik lainnya. Capaian tersebut menunjukkan bahwa kepakaran dosen ISQI tidak hanya diakui pada tingkat nasional, tetapi juga mulai mendapat pengakuan di tingkat internasional. Berbagai bidang keilmuan yang berkembang di ISQI, mulai dari studi Al-Qur’an, pendidikan, komunikasi Islam, hingga ekonomi syariah, memperoleh ruang yang semakin luas dalam jejaring akademik global.

Selain rekognisi kepakaran, LP2M juga mencatat peningkatan signifikan dalam perolehan Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Selama periode penilaian berhasil didaftarkan 28 karya HKI yang berasal dari empat program studi, terdiri atas 14 karya pada tahun 2023, 3 karya pada tahun 2024, dan 9 karya pada tahun 2025, ditambah dua karya yang masih dalam proses pelengkapan administrasi. Seluruh karya telah memiliki sertifikat HKI dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum Republik Indonesia.

Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) menghasilkan berbagai karya yang berorientasi pada pengembangan pembelajaran bahasa Arab dan kajian Al-Qur’an. Program Studi PGMI menampilkan inovasi media pembelajaran berbasis seni, pendidikan inklusif, serta pengembangan kompetensi guru. Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) menunjukkan pertumbuhan paling pesat melalui karya-karya dakwah digital, media komunikasi Islam, permainan edukatif, hingga film. Sementara itu, Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) secara konsisten menghasilkan buku dan artikel ilmiah yang memperkuat kajian Al-Qur’an, hadis, gender, dan moderasi beragama. Keseluruhan karya tersebut telah dimanfaatkan sebagai referensi akademik, media pembelajaran, maupun instrumen pemberdayaan masyarakat.

Capaian rekognisi kepakaran dan HKI tersebut menjadi bukti bahwa ISQI Sunan Pandanaran berhasil mengintegrasikan penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan inovasi akademik dalam satu ekosistem yang produktif. Melalui pendampingan LP2M, berbagai hasil penelitian tidak hanya berhenti sebagai luaran akademik, tetapi telah berkembang menjadi karya yang memperoleh pengakuan resmi, diterapkan oleh masyarakat, dan memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan, dakwah, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan ilmu pengetahuan.

Ke depan, LP2M ISQI Sunan Pandanaran berkomitmen untuk terus memperkuat budaya riset, meningkatkan kolaborasi nasional dan internasional, memperluas hilirisasi hasil penelitian, serta mendorong lahirnya inovasi-inovasi baru yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. Dengan demikian, ISQI Sunan Pandanaran diharapkan semakin berperan sebagai perguruan tinggi pesantren yang unggul dalam penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pengembangan ilmu keislaman yang relevan dengan tantangan zaman.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *